Hati-hati bagi anda yang melintas di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur. Diduga komplotan berjumlah empat orang itu sering melakukan prakteknya di lokasi Kramat Jati. Yusmiati (49) warga RT04/07, Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur menjadi korban penipuan berkedok hipnotis kemarin. Total kerugiannya Rp4 juta ditambah perhiasan emas 43 gram. Modus komplotan ini bermula dari seorang pria yang berpenampilan seperti warga asing mendekati Yusmiati di Pasar Induk Kramat Jati, usai mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM). Pria tersebut minta ditunjukan lokasi Taman Mini Indonesia Indah dengan memberikan imbalan Rp500 ribu.
"Pria itu menawarkan uang dalam mata uang asing yang nilai tukarnya tinggi. Namun tempat menukarnya masih tutup," ungkapnya saat melapor di Polsek Metro Kramat Jati, Kamis (26/2/2009). Saat itu dua wanita anggota komplotan mendekat dan berpura-pura menemani Yusmiati mengantar pria itu. Mereka membujuk Yusmiati agar menurut karena dapat imbalam uang. Ketika hendak menunggu taksi di pinggir jalan, anggota komplotan lainnya datang mengendarai mobil Avanza hitam menawarkan jasa untuk mengantar mereka. Pria yang mengaku manager sebuah bank itu juga menghasut Yusmiati untuk memiliki uang tersebut karena nila tukar mata uang itu tinggi.
Di mobil korban diperdaya komplotan yang mulai terhasut untuk mempreteli perhiasannya dengan iming-iming ditukar lima lembar pecahan ribuan mata uang Brazil, Peso. Termasuk menguras uang tunai di ATM sebesar Rp 4 juta. "Bahkan perhiasan di rumah niatnya akan saya ditukarkan," ungkap korban. Tapi ketika tersadar, kelompok ini sudah melarikan diri. Sadar tertipu kasus ini langsung dilaporkan korban ke kantor Polsek Kramat Jati kemarin siang. Kasus ini termasuk dalam kasus penipuan atau penggelapan yang tertuang dalam pasal 378 jo 372 KUHP.