Cerita lain di balik merosotnya performa Manchester United di kompetisi Liga Premier belakangan ini. Ada tesis di balik kegagalan skuad asuhan Sir Alex Ferguson mempertahankan keunggulan tujuh poin dari rival-rival terdekat, seiring dengan kekalahan mengejutkan nan menyakitkan 1-4 di tangan Liverpool dan 0-2 dari Fulham. Yaitu, soal warna kostum biru yang dipakai kiper The Red Devils, Edwin Van der Sar.
Menurut catatan, rekor Manchester United di lapangan jauh lebih bagus ketika mantan kiper utama timnas belanda itu mengenakan seragam warna kuning. Dari 17 laga premiership di musim ini, Van der Sar memakai kostum warna tersebut. Hasilnya Manchester UnitedVan der Sar hanya kebobolan empat kali. Sebaliknya, Manchester United menjebol gawang lawan sebanyak 25 kali. Nah, seperti yang dilansir The Sun, lain ceritanya ketika Van der Sar memakai kostum biru. Dari 10 pertandingan yang telah dimainkan, Manchester United hanya meraih enam kali kemenangan, draw satu kali, dan tiga kali menelan kekalahan. Jumlah poin yang didapat, 19 angka dari maksimal 30 poin. Sementara, gawang Van der Sar dijebol 13 kali. memetik kemenangan sebanyak 12 kali, bermain imbang empat kali dan hanya sekali menuai kekalahan. Atau meraih 40 poin dari maksimal 51 angka. Gawang
Keterkaitan warna kostum plus rekor Manchester United di lapangan dipicu dari perdebatan 12 tahun silam ketika Manchester United kalah 1-3 dari Souhampton. Saat itu, seragam yang dipakai anak-anak Ferguson bewarna abu-abu. Dalam 45 menit pertama, gawang Manchester United jebol tiga kali. Ketika jeda, para pemain mengusulkan warna seragam diganti. Alhasil, di babak kedua, The Saints gagal menambah pundi-pundi golnya. Meskipun Manchester United tetap kalah, peristiwa itu memicu Gayle Stephenson menulis surat terbuka kepada Ferguson tentang warna kostum yang sebaiknya dipakai The Red Devils.
sumber : yahoo.co.id
